Publisher dan developer merupakan dua kata yang sudah tidak asing bagi gamer atau orang-orang yang berkecimpung di dunia game. Akan tetapi, kedua hal tersebut sering kali dianggap serupa oleh kebanyakan orang. Padahal keduanya memiliki peran yang berbeda dan kerja sama yang baik di antara keduanya dapat menajdi salah satu faktor penting dalam suksesnya suatu video game.
Lantas, apa perbedaan antara publisher dan developer game?
Video Game Publisher
Kita nulai dari Publisher. Jika kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, publisher diartikan sebagai penerbit. Dengan demikian, secara sederhana publisher ini berbetugas untuk menerbitkan atau merilis sebuah video game.
Secara skala, publisher game dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu publisher besar dan publisher kecil.
Publisher besar sering kali berkaitan dengan rilisnya game-game AAA atau game dengan biaya produksi yang besar. Mereka juga melakukan distribusi dan pemasaran terhadap game yang mereka rilis. Publisher besar jgua tidak jarang memutuskan dan membayar lisensi apa pun yang digunakan oleh game; membayar untuk lokalisasi; tata letak, pencetakan, dan mungkin penulisan panduan pengguna; dan pembuatan elemen desain grafis seperti desain kotak game fisik.
Publisher kecil pada umumnya melakukan tugas utama sebagai publisher selayaknya publisher besar. Mereka bertugas merilis, mendistribusikan, dan memasarkan game. Khusus distribusi, publisher kecil ini tidak jarang menggunakan jasa distributor (atau publisher besar) untuk mendistribusikan game yang telah mereka rilis.
Publisher internal erat kaitannya dengan publisher besar. Di samping menajdi publisher, mereka juga ikut menjadi bagian dari tim developer. Publisher besar umumnya memiliki tim tersendiri untuk mengembakan sebuah game.
Berbeda dengan publisher eksternal, mereka hanya berperan untuk merilis game dari developer atau juga memberikan sokongan dana terhadap game yang akan mereka rilis.
Karena adanya sokongan dana dari publisher, mereka seringkali mencoba melakukan manajemen risiko dalam pengembangan melalui produser atau meneger proyek yang bertugs memonitoring kemajuan dari pengembangan game, mengkritisi pengembangan yang sedang berlangsung, dan memberikan bantuan jika diperlukan. Hal ini tidak hanya berlaku pada publisher eksternal, tetapi publisher internal juga melakukan hal yang sama.
Developer video game adalah sebuah terminologi bagi tim pengembang softwere yang secara khusus untuk mengembangkan video game yang mana hasil akhirnya dalah menciptakan sebuah video game.
Developer bisa terdiri dari satu orang yang mengerjakan semua tugas pengembangan, hinga bisnis besar dengan karyawan yang memiliki tanggung jawab dengan bidangnya masing-masing seperti designer, programer, dan artist.
Terdapat berbagai jenis developer berdasarkan hubungannya dengan publisher
Second-Party Developer
Second-Party Developer adalah developer yang dikontrak oleh perusahaan konsol game untuk membuat game khusus untuk konsol mereka. Sebagai penyeimbang karena tidak dapat merilis game mereka untuk platform lain, pengembang pihak kedua biasanya ditawari tarif royalti yang lebih tinggi daripada pengembang pihak ketiga.
Studio ini mungkin memiliki perjanjian penerbitan eksklusif (atau hubungan bisnis lainnya) dengan pemegang platform, tetapi menjaga independensi sehingga setelah penyelesaian atau pemutusan kontrak mereka dapat terus mengembangkan game untuk penerbit lain jika mereka memilih untuk melakukannya.
Third-Party Developer
Indie Developer
Indie Developer adalah developer yang tidak bergantung pada publisher. Mereka sering kali merilis game mereka sendiri dengan menggunakan internet sebagai media promosi. Tanpa adanya biaya promosi dari campur tangan publisher yang besar membuat game yang mereka produksi kurang mendapat perhatian dari publik. Namun, Dengan munculnya distribusi digital game murah di konsol game, sekarang pengembang game indie dapat membuat perjanjian dengan produsen konsol untuk distribusi game mereka secara luas.
Kesimpulan
Publisher adalah suatu perusahaan yang mana berperan sebagai penerbit game atau merilis sebuah game. publisher dapat memiliki peran internal dan eksternal dalam pengembangan game. Di samping itu, developer adalah yang melakukan pengembangan video game. Developer bisa terdiri dari satu orang saja hingga karyawan perusahaan dengan divisi kerja khusunya masing-masing.

Komentar
Posting Komentar